The Real Telecenter “Entas kemiskinan berbasis telecenter”


Desa Rejowinangun, Kecamatan Trenggalek, Kabupaten Trenggalek, dijadikan percontohan pengentasan kemiskinan berbasis teknologi informasi dan teknologi (ICT) di Propinsi Jawa Timur, yang disebut dengan istilah telecenter.

————————————————————————
Program percontohan tersebut diikhtiarkan dalam rangka meningkatkan kemampuan masyarakat di bidang teknologi informasi. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dengan bantuan dana hibah dari UNDP (United Nations Development Programme), telah mencanangkan “Program Partnership for e-Prosperity for the Poor/Pe-PP (Kemitraan Dalam Strategi Pengurangan Kemiskinan melalui Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi/ICT) tersebut.

Bertempat di Telecenter Hibrid Kabupaten Trenggalek, Jalan Kanjeng Jimat 189 (eks gedung BLK) di Desa Rejowinangun, Wakil Bupati Mahsun Ismail, meresmikan telecenter dengan fasilitas 8 unit PC

(Personal Computer), 1 printer, 1 acces point, LCD dalam ruangan AC, awal pekan ini.
Selain itu, telecenter juga menyediakan pelatihan manajerial yang diikuti 16 peserta dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Timur, seperti Kabupaten Sumenep, Banyuwangi, Kota Kediri dan

perwakilan Kabupaten Trenggalek sendiri.
Dalam kesempatan itu, Mahsun Ismail berpesan agar telecenter dirawat dengan baik dan maksimal. Karena, menurutnya, telecenter memiliki peran strategis untuk memperkecil digital divide
(kesenjangan teknologi digital).

“Dengan memanfaatkan telecenter diharapkan dapat membantu kemajuan masyarakat Trenggalek secara luas,” kata Mahsun.

Sementara Kasubbag Kerjasama Media Massa Humas Pemkab Trenggalek, Yoso Mihardi, memaparkan telecenter merupakan tempat mengakses informasi, berkomunikasi serta mendapatkan layanan sosial dan ekonomi dengan menggunakan sarana teknologi informasi dan komunikasi, berupa komputer dan sambungan internet.

“Peran penting telecenter ini untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat miskin seperti petani dan nelayan. Terutama dalam hal pengelolaan usaha dan pemasaran hasil usaha di bidang pertanian.

Serta meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan masyarakat miskin melalui penyuluhan dengan pemanfaatan ICT,” katanya mewakili Kabag Humas Djoko Setyono yang tengah mendampingi Bupati Suharto di acara Festifal Sastra Jawa di Desa Pacul, Kecamatan Dongko.

Dia mengimbuhkan, keberadaan telecenter diharapkan mampu meningkatkan produksi bidang pertanian, dengan adanya pemasaran yang lebih terbuka dan luas melalui informasi pemasaran yang ada di internet.

Selin itu, tagas fia, juga untuk meningkatkan kualitas SDM di tingkat desa melalui pelatihan-pelatihan, terutama di bidang teknologi informasi dan bahasa Inggris, untuk mempersiapkan diri memasuki pasar kerja global.

publish on http://www.dutamasyarakat.com

sumber : DUTA MASYARAKAT, 05 Agustus 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s